Apa Itu Reseller? Kenali Jenis, Keuntungan, & Cara Mulainya

Franchise & License Expo Indonesia
Posted 3 hours ago6 mins read
Reseller adalah solusi praktis untuk mulai berbisnis. Sebelum memutuskan jadi reseller atau menerapkan sistem ini di bisnis Anda, simak artikel ini!

Faktanya, produk berkualitas belum tentu bisa dikenal banyak orang jika tidak didukung dengan strategi distribusi yang tepat, lho. Di sisi lain, banyak orang ingin mulai berbisnis, tapi belum punya produk sendiri untuk dipasarkan. Dalam kondisi tersebut, sistem reseller dapat menjadi solusi yang tepat.

Reseller adalah salah satu model bisnis yang cocok untuk pemula maupun siapa saja yang ingin memperoleh penghasilan tambahan. Untuk memahami definisi, jenis, keuntungan, serta cara menjadi reseller, simak penjelasan berikut!

Apa Itu Reseller?

Reseller adalah pihak yang membeli produk atau jasa dari distributor atau supplier, lalu menjualnya kembali kepada konsumen (end-user).

Pembelian dari supplier dilakukan dalam jumlah besar dengan harga yang lebih rendah. Selanjutnya, reseller menjual kepada konsumen dengan harga yang lebih tinggi guna mendapatkan keuntungan dan menutupi biaya operasional

Reseller bukan hanya merujuk pada individu, tetapi juga unit usaha dan perusahaan. Operasionalnya bisa dijalankan di toko fisik atau platform online seperti media sosial dan e-commerce.

Jenis-Jenis Reseller

Reseller terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan skema kerja samanya dengan supplier. Secara umum, pembagian reseller adalah sebagai berikut:

  • Reseller dengan prinsip bagi hasil: Reseller memperoleh komisi atau persentase keuntungan dari tiap produk yang berhasil dijual. Nominalnya sesuai dengan kesepakatan bersama supplier.

  • Reseller model web replika: Reseller mendapatkan replika web dari supplier yang bisa digunakan sebagai media promosi dan penjualan. Jika ada konsumen yang membeli dari web tersebut, reseller akan memperoleh komisi.

  • Reseller model web alone: Reseller yang sudah mempunyai web sendiri sehingga bisa mengelolanya dengan leluasa untuk aktivitas penjualan.

  • Reseller model jaminan: Reseller yang harus membayar sejumlah biaya kepada supplier atau distributor untuk meminimalkan kerugian jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

  • Reseller model jual beli: Reseller membeli produk terlebih dahulu dengan harga dan kuantitas yang ditetapkan oleh supplier. Selanjutnya, reseller dapat menggunakan beragam fasilitas yang tersedia.

Baca juga: Mau Bisnis Bareng Teman atau Keluarga? Pahami Aturan Mainnya

Cara Menjadi Reseller

Jika Anda ingin mencoba menjadi reseller, ikuti panduan di bawah ini:

1. Riset dan Menentukan Produk

Pertama-tama, lakukan riset dengan menganalisis kebutuhan pasar yang sesuai dengan tren, minat, dan wawasan Anda. Dari analisis tersebut, tentukan satu produk yang berpotensi tinggi untuk menarik pelanggan dan menghasilkan keuntungan.

Produk bisa berwujud fisik, seperti makanan, pakaian, atau alat elektronik. Belakangan ini, bisnis produk digital seperti template desain, kelas online, dan ebook juga mulai banyak diincar.

Setelah menentukan produk spesifik, mulai pahami karakteristiknya, seperti tingkat persaingan, masa simpan, keunikan, potensi repeat order, legalitas, dan kemudahan pengiriman.

2. Mencari Supplier

Langkah kedua untuk menjadi reseller adalah mencari supplier yang tepercaya, memiliki stok dalam jumlah besar, dan dapat memberikan harga yang lebih rendah daripada harga pasar. Untuk mendapatkan harga paling murah, Anda dapat memilih supplier tangan pertama.

Selanjutnya, kumpulkan informasi selengkap mungkin, mulai dari harga grosir, mekanisme kerja sama, hingga testimoni dari reseller lain. Hal ini penting untuk meminimalkan potensi kerugian di masa depan.

Setelah mendapatkan supplier yang sesuai kebutuhan, bangunlah hubungan yang kuat agar Anda mendapatkan update mengenai produk terbaru, penawaran khusus, atau dukungan tambahan.

3. Menjual Produk atau Jasa

Dari serangkaian tahapan proses bisnis menjadi reseller, inilah tahap intinya. Anda dapat mulai menjual produk atau jasa kepada konsumen akhir melalui toko fisik maupun online.

Di tahap ini, jangan hanya fokus menawarkan produk, ya. Anda juga harus menguasai product knowledge, memberikan informasi terkait produk secara jujur dan jelas, menggunakan materi iklan yang menarik, serta membangun komunikasi yang baik dengan konsumen.

Hal yang tak kalah penting, pastikan ada selisih antara harga beli dari supplier dengan harga jual ke konsumen agar Anda mendapatkan keuntungan.

4. Mengelola Pembayaran dan Pengiriman

Mekanisme pembayaran dan pengiriman sangat krusial dalam bisnis sehingga harus benar-benar Anda perhatikan. Jika Anda menjual produk melalui marketplace, umumnya pembayaran diatur otomatis oleh sistem.

Namun, jika Anda menggunakan media sosial atau WhatsApp, biasanya proses berlangsung secara manual, mulai dari memeriksa nominal pembayaran, memastikan kesesuaian metode pembayaran, hingga mencatat transaksi.

Adapun perihal pengiriman, dua aktivitas utama yang perlu Anda lakukan adalah mengemas produk dan berkoordinasi dengan pihak ekspedisi atau logistik untuk mengatur proses pengiriman. Jangan lupa juga, atur mekanisme retur dan penanganan komplain, ya.

5. Menghitung Keuntungan

Sebelumnya telah disebutkan bahwa reseller memperoleh keuntungan dari selisih antara harga beli dan harga jual.

Namun, perhitungan keuntungan bukan terbatas pada selisih harga saja. Pertimbangkan juga biaya operasional lain seperti pengiriman, pemasaran, dan biaya platform (jika Anda menjual produk di e-commerce).

Selanjutnya, hitung keuntungan bersih dan evaluasi margin keuntungan (persentase laba terhadap harga jual). Hal ini sangat penting agar bisnis tetap menghasilkan laba secara berkelanjutan.

Baca juga: Cara Mudah Menghitung Modal agar Bisnis Tidak Merugi

Keuntungan Menjadi Reseller

Menjadi reseller menawarkan berbagai keuntungan, khususnya jika Anda ingin memulai bisnis dengan risiko lebih rendah. Di antara keuntungan menjadi reseller adalah sebagai berikut:

  • Lebih minim modal: Dengan menjadi reseller, Anda tak perlu mengeluarkan biaya tinggi untuk produksi dan membangun brand awareness dari awal. Bahkan, reseller punya kendali penuh atas stok barang dan bisa menyesuaikannya dengan permintaan pasar.

  • Potensi keuntungan relatif tinggi: Dengan membeli menggunakan harga grosir dan menjual dengan harga ecer, Anda berpotensi memperoleh keuntungan yang relatif tinggi. Selain punya kendali atas stok, Anda juga punya kendali atas margin laba.

  • Pilihan produk variatif: Reseller bisa menjual berbagai jenis produk dalam waktu bersamaan. Hal ini akan menarik lebih banyak konsumen dan berpotensi menghasilkan lebih banyak keuntungan.

  • Fleksibilitas waktu: Operasional harian reseller umumnya bisa dilakukan berdampingan dengan pekerjaan lain dan tidak menuntut perangkat kerja yang rumit, cukup dengan smartphone saja.

Pada akhirnya, reseller adalah opsi yang menarik untuk memulai bisnis secepatnya dengan keterbatasan waktu dan biaya. Karena untuk memulai bisnis di zaman sekarang tidak selalu harus dimulai dari ruang produksi sendiri.

Begitu pula jika sistem bisnis sudah matang, Anda bisa melakukan ekspansi ke berbagai wilayah dengan skema franchise, lisensi, atau kemitraan. Nah, jika Anda ingin bertemu dengan banyak pihak yang berpotensi mendukung ekspansi bisnis, bergabunglah sebagai exhibitor di Franchise & License Expo Indonesia (FLEI).

FLEI adalah pameran bisnis yang mempertemukan pemilik brand, calon mitra, pelaku usaha, hingga investor dari berbagai industri yang sedang mencari peluang kerja sama bisnis. Dengan bergabung sebagai exhibitor, Anda bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan calon mitra franchise sekaligus memperluas eksposur bisnis ke khalayak umum.

Selain diperuntukkan bagi pebisnis, FLEI Business Show juga terbuka untuk pengunjung yang ingin menemukan peluang bisnis dengan skema franchise atau kemitraan.

Untuk mengetahui jadwal pameran terdekat, silakan hubungi tim kami. Follow juga akun Instagram @fleiexpoid untuk mengetahui informasi menarik dan update seputar pameran, ya!

Baca juga: 6 Perbedaan Franchise dan Kemitraan, Jangan Tertukar!

Share this post