Cara Menghitung Food Cost agar Harga Jual Menu Lebih Tepat

More Food
Posted 2 hours ago5 mins read
Cara menghitung food cost membantu bisnis F&B mengatur biaya bahan baku dan menentukan harga jual menu. Simak informasi selengkapnya di sini.

Menentukan harga jual dalam bisnis food and beverages (F&B) tidak bisa dilakukan secara asal. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah menghitung HPP makanan, termasuk melalui perhitungan food cost.

Food cost merupakan total biaya yang dikeluarkan untuk membuat satu porsi makanan atau minuman dan menjadi acuan dalam menentukan harga jual.

Yuk, pahami pengertian food cost, pentingnya bagi bisnis, hingga cara menghitung food cost dalam bisnis restoran agar keuntungan lebih optimal.

Apa Itu Food Cost?

Food cost merupakan perhitungan yang digunakan untuk mengetahui berapa besar biaya yang dibutuhkan dalam membuat satu menu makanan atau minuman.

Nah, perhitungan ini membandingkan biaya bahan yang digunakan dengan hasil penjualan yang diperoleh sehingga bisnis dapat menentukan harga jual yang sesuai.

Dalam bisnis kuliner, food cost membantu pemilik usaha mengatur pengeluaran dan memperkirakan keuntungan yang bisa didapatkan.

Dengan mengetahui jumlah biaya produksi, Anda dapat menentukan harga menu tanpa mengabaikan biaya bahan baku maupun target laba.

Sebagai contoh, untuk membuat rice bowl, Anda perlu menghitung seluruh biaya yang digunakan, mulai dari ayam, beras, bumbu, hingga bahan pendukung lainnya. Setelah semua biaya diketahui, hasil perhitungan tersebut dapat menjadi acuan untuk menetapkan harga jual produk.

Pentingnya Food Cost dalam Bisnis Restoran

Food cost memiliki peran penting dalam membantu bisnis restoran mengelola biaya dan operasional dengan lebih baik.

Melalui perhitungan yang tepat, pemilik usaha dapat mengatur penggunaan bahan baku, menentukan harga menu, menjaga keuntungan sesuai target, hingga mendukung upaya meningkatkan penjualan melalui strategi harga yang lebih tepat.

Berikut beberapa alasan mengapa food cost penting dalam bisnis restoran:

1. Menentukan Porsi Hidangan dengan Tepat

Penerapan food cost membantu chef menentukan jumlah porsi makanan yang sesuai dengan biaya bahan baku yang digunakan. Dengan begitu, penggunaan bahan dapat lebih terkontrol dan risiko pemborosan maupun kerugian akibat bahan yang berlebihan dapat dikurangi.

2. Mengoptimalkan Profit

Dengan menghitung food cost secara tepat, Anda dapat mengetahui jumlah biaya yang dikeluarkan untuk membuat sebuah menu serta memperkirakan keuntungan yang diperoleh.

Perhitungan ini juga membantu Anda melihat apakah biaya produksi sudah dikelola dengan efisien. Dengan begitu, Anda dapat menentukan harga jual yang sesuai agar bisnis tetap mendapatkan keuntungan.

3. Menentukan Harga Jual yang Sesuai

Menentukan harga jual menu tidak cukup hanya dengan mengikuti harga yang ada di pasaran. Anda juga perlu mengetahui berapa besar biaya yang digunakan untuk membuat produk tersebut.

Perhitungan food cost membantu Anda menghitung biaya bahan baku dan memperkirakan keuntungan yang ingin dicapai sehingga harga jual dapat ditetapkan dengan lebih tepat.

Baca juga: 13 Cara dan Tips Membuka Usaha Kuliner, Pemula Wajib Catat!

4. Mengelola Persediaan (Inventory)

Selain membantu menghitung keuntungan, food cost juga dapat digunakan untuk mengatur persediaan bahan baku dengan lebih baik.

Misalnya, ketika harga bahan untuk membuat rice bowl mengalami kenaikan, Anda dapat menyesuaikan jumlah pembelian atau mencari cara lain untuk menghemat biaya agar pengeluaran tetap terkendali dan bisnis tidak mengalami kerugian.

5. Mendeteksi Kecurangan dan Pemborosan

Perhitungan food cost juga membantu Anda mengetahui jika terjadi penggunaan bahan baku yang tidak sesuai atau pemborosan dalam pengelolaan stok.

Dengan begitu, Anda dapat lebih mudah menemukan masalah dan mengambil langkah untuk mengontrol persediaan agar biaya tetap terjaga.

Cara Menghitung Food Cost

Besaran food cost yang ideal tidak selalu sama pada setiap bisnis restoran. Hal ini bergantung pada konsep usaha, jenis menu, serta strategi harga yang digunakan. Secara umum, berikut kisaran food cost yang sering digunakan:

  • Restoran casual dining: sekitar 28–35%.

  • Restoran fine dining: sekitar 30–40%.

  • Restoran fast food atau quick service restaurant: sekitar 25–30%.

Untuk mengetahui cara menghitung food cost, Anda dapat melihat perbandingan antara biaya bahan yang digunakan dengan harga jual menu. Berikut contoh sederhananya:
Sebuah restoran menjual menu ayam geprek dengan rincian biaya bahan sebagai berikut:

  • Ayam: Rp8.000

  • Nasi: Rp2.500

  • Sambal dan bumbu: Rp1.500

  • Lalapan dan bahan tambahan: Rp1.000

Total biaya untuk membuat satu porsi ayam geprek:
Rp8.000 + Rp2.500 + Rp1.500 + Rp1.000 = Rp13.000.

Jika menu tersebut dijual dengan harga Rp30.000 per porsi, maka food cost dapat dihitung dengan rumus:
(Rp13.000 ÷ Rp30.000) × 100% = 43,3%.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa biaya bahan yang digunakan mencapai 43,3% dari harga jual. Dengan mengetahui persentase food cost, Anda dapat mengevaluasi harga jual atau mengatur kembali biaya bahan agar keuntungan bisnis tetap terjaga.

Baca juga: 20 Ide Jajanan Kekinian untuk Jualan, Pasti Laris!

Food Cost Ideal vs Aktual

Food cost ideal adalah perkiraan biaya bahan baku yang dihitung berdasarkan harga resep atau menu yang sudah ditentukan sebelumnya. Perhitungan ini biasanya digunakan sebagai acuan untuk mengetahui batas biaya yang seharusnya dikeluarkan.

Sementara itu, food cost aktual menunjukkan biaya yang benar-benar terjadi dalam operasional bisnis.

Perhitungannya tidak hanya melihat biaya bahan yang digunakan, tetapi juga memperhitungkan jumlah stok yang tersedia di awal dan akhir periode. Karena melibatkan kondisi persediaan sebenarnya, nilai food cost aktual biasanya lebih besar dibandingkan food cost ideal.

Demikian penjelasan mengenai cara menghitung food cost hingga pentingnya food cost dalam bisnis restoran.

Perhitungan food cost dapat menjadi salah satu langkah untuk mengatur pengeluaran, mengelola persediaan bahan baku, dan menentukan harga menu yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Bagi Anda yang ingin mengembangkan bisnis F&B dengan persiapan yang lebih matang, memahami pengelolaan biaya seperti food cost dapat menjadi bekal penting sebelum memulai atau mengembangkan usaha.

Nah, selain memikirkan hal-hal operasional seperti food cost, Anda juga perlu memastikan bahan baku yang dipakai di bisnis F&B terjamin kualitasnya. Untuk kebutuhan tersebut, Anda bisa mengunjungi MoreFood Expo.

MoreFood Expo adalah pameran bisnis F&B di mana Anda bisa mencari berbagai kebutuhan untuk bisnis F&B, mulai dari supplier bahan baku, produk F&B, kemasan produk, peralatan dapur, hingga teknologi pendukung operasional bisnis.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai jadwal pelaksanaan MoreFood Expo terdekat, Anda dapat menghubungi kami. Selain itu, jangan lupa juga untuk mengikuti akun Instagram @morefoodexpo.id untuk mendapatkan informasi terbaru seputar pameran, ya!

Baca juga: Berapa Biaya Daftar BPOM Makanan? Ini Rinciannya

Share this post