Cara Menghitung BEP Usaha agar Bisnis Anda Lebih Terarah

More Food
Posted 2 hours ago6 mins read
Cara menghitung BEP usaha dapat membantu mengetahui titik impas bisnis. Simak manfaat, komponen, hingga contoh perhitungan BEP di artikel ini.

Sebelum memulai atau mengembangkan bisnis, penting untuk memahami cara menghitung BEP usaha agar Anda dapat memperkirakan kapan pendapatan mampu menutupi seluruh biaya operasional.

Berbeda dengan cara menghitung HPP yang berfokus pada biaya produksi, BEP membantu mengetahui batas penjualan agar bisnis mencapai titik impas.

Dengan begitu, perencanaan bisnis dapat dilakukan secara lebih matang. Untuk mengetahui apa itu BEP usaha lebih lanjut, yuk simak artikel ini sampai selesai.

Apa Itu BEP Usaha?

Break Even Point (BEP) adalah kondisi ketika pendapatan yang diperoleh bisnis sama dengan seluruh biaya yang telah dikeluarkan. Pada titik ini, usaha belum menghasilkan keuntungan, tetapi juga tidak mengalami kerugian.

Jika pendapatan masih lebih kecil daripada total biaya, berarti bisnis masih merugi. Sebaliknya, apabila pendapatan sudah melebihi seluruh biaya operasional, bisnis mulai memperoleh keuntungan.

Oleh karena itu, mengetahui BEP penting untuk membantu pemilik usaha mengevaluasi kinerja dan merencanakan strategi bisnis dengan lebih baik.

Manfaat dan Tujuan BEP Usaha

BEP memiliki peran penting dalam membantu pemilik usaha mengelola bisnis dengan lebih terarah. Melalui perhitungan ini, Anda dapat mengetahui kondisi keuangan usaha sekaligus menyusun strategi yang lebih tepat. Berikut beberapa manfaat dan tujuan BEP usaha.

1. Mengetahui Efisiensi Biaya

BEP membantu mengetahui apakah pendapatan yang diperoleh sudah cukup untuk menutupi biaya operasional. Dari hasil perhitungan tersebut, pemilik usaha dapat mengevaluasi pengeluaran dan mencari cara agar penggunaan biaya menjadi lebih efisien.

2. Menentukan Target Produksi

BEP membantu memperkirakan jumlah produk yang perlu diproduksi dan dijual agar seluruh biaya operasional dapat tertutupi.

Dengan mengetahui jumlah penjualan yang harus dicapai, pemilik usaha dapat menentukan target produksi yang sesuai sekaligus menyusun strategi untuk meningkatkan penjualan.Dengan begitu, pengembangan bisnis dapat direncanakan dengan lebih baik.

3. Memperkirakan Kapan Mulai Untung

Melalui perhitungan BEP, bisnis dapat mengetahui jumlah penjualan yang harus dicapai sebelum memperoleh keuntungan. Informasi ini membantu pemilik usaha membuat target pendapatan dan mengambil keputusan yang lebih tepat untuk meningkatkan hasil bisnis.

4. Membantu Menentukan Harga Jual

Perhitungan BEP membantu pemilik usaha memahami pengaruh perubahan harga terhadap keuntungan. Dengan mengetahui batas biaya yang harus ditutup, bisnis dapat menentukan harga jual yang sesuai agar tetap memperoleh keuntungan.

Secara keseluruhan, BEP menjadi salah satu acuan penting dalam mengelola bisnis. Melalui perhitungan ini, pemilik usaha dapat mengatur biaya, menentukan target penjualan, serta mengambil keputusan yang lebih tepat untuk mengembangkan usaha.

Baca juga: 13 Cara dan Tips Membuka Usaha Kuliner, Pemula Wajib Catat!

Komponen dalam Menghitung BEP

Sebelum menghitung BEP, Anda perlu memahami beberapa komponen yang digunakan dalam perhitungannya. Komponen tersebut meliputi:

  • Biaya Tetap (Fixed Cost), yaitu biaya yang jumlahnya tetap dan harus dibayar meskipun bisnis sedang tidak melakukan produksi, seperti biaya sewa atau gaji karyawan.

  • Biaya Variabel (Variable Cost), yaitu biaya yang berubah mengikuti jumlah produksi. Semakin banyak produk yang dibuat, semakin besar biaya yang dibutuhkan.

  • Harga Jual (Selling Price), yaitu harga yang ditetapkan untuk setiap produk atau jasa yang dijual kepada pelanggan.

  • Pendapatan (Revenue), yaitu total uang yang diperoleh dari hasil penjualan produk atau jasa.

  • Laba (Profit), yaitu keuntungan yang diperoleh setelah pendapatan dikurangi seluruh biaya yang dikeluarkan.

Cara Menghitung BEP Usaha

Untuk menghitung BEP usaha, terdapat beberapa tahapan yang perlu dilakukan agar hasil perhitungan lebih akurat. Berikut cara menghitung BEP usaha yang perlu Anda ketahui.

1. Menentukan Fixed Costs

Fixed costs atau biaya tetap perlu diketahui terlebih dahulu karena biaya ini tetap harus dibayarkan meskipun jumlah produksi berubah. Contohnya seperti biaya sewa tempat, gaji karyawan tetap, dan cicilan.

Mengetahui jumlah biaya tetap membantu bisnis memperkirakan total pengeluaran yang harus dipenuhi dalam menjalankan usaha.

2. Menentukan Variable Costs per Unit

Setelah biaya tetap diketahui, langkah berikutnya yaitu menghitung biaya variabel per unit. Biaya ini dapat berubah mengikuti jumlah produk yang dibuat. Semakin banyak produksi, semakin besar biaya yang dibutuhkan.

Beberapa contoh biaya variabel yaitu:

  • Bahan baku

  • Biaya pengiriman

  • Biaya produksi tambahan

Perhitungan biaya variabel membantu bisnis mengetahui biaya pembuatan produk dan menentukan harga jual yang sesuai.

Baca juga: 13 Cara dan Tips Membuka Usaha Kuliner, Pemula Wajib Catat!

3. Menghitung Contribution Margin per Unit

Contribution margin per unit digunakan untuk mengetahui sisa pendapatan dari setiap produk setelah dikurangi biaya variabel. Nilai ini membantu melihat seberapa besar kontribusi penjualan dalam menutup biaya tetap.

4. Menghitung Contribution Margin Ratio

Contribution margin ratio digunakan untuk mengetahui persentase pendapatan yang tersisa setelah dikurangi biaya variabel. Hasil perhitungan ini membantu bisnis memperkirakan kemampuan penjualan dalam mencapai titik impas.

5. Menggunakan Analisis Grafik BEP

Analisis grafik BEP membantu melihat hubungan antara biaya, pendapatan, dan jumlah produk yang terjual. Melalui grafik ini, bisnis dapat mengetahui posisi ketika pendapatan sudah mampu menutupi seluruh biaya.

Bagian yang terdapat dalam grafik BEP meliputi:

  • Sumbu X menunjukkan jumlah produk yang terjual.

  • Sumbu Y menunjukkan nilai biaya dan pendapatan.

  • Garis biaya tetap menunjukkan pengeluaran yang tidak berubah.

  • Garis biaya total menunjukkan gabungan biaya tetap dan biaya variabel.

  • Garis pendapatan menunjukkan hasil penjualan.

Ketika garis pendapatan bertemu dengan garis biaya total, kondisi tersebut menunjukkan titik BEP atau saat bisnis berada dalam posisi tidak mengalami keuntungan maupun kerugian.

Contoh Perhitungan BEP Usaha

Agar lebih mudah memahami penerapan BEP dalam bisnis, berikut contoh perhitungan menggunakan usaha makanan.

Contoh:
CV Dapur Lezat merupakan usaha kuliner yang menjual frozen food berupa dimsum. Dalam satu periode produksi, bisnis ini memiliki rincian biaya sebagai berikut:

  • Fixed costs: Rp12.000.000.

  • Harga jual per kemasan: Rp25.000.

  • Variable costs per kemasan: Rp10.000.

Perhitungan BEP unit:

BEP Unit = Fixed Costs / (Harga Jual per Unit - Variable Costs per Unit)
= Rp12.000.000 / (Rp25.000 - Rp10.000)
= Rp12.000.000 / Rp15.000
= 800 kemasan

Artinya, CV Dapur Lezat perlu menjual sebanyak 800 kemasan dimsum agar seluruh biaya produksi dapat tertutupi.

Perhitungan BEP dalam rupiah:

BEP Rupiah = BEP Unit × Harga Jual per Unit
= 800 × Rp25.000.
= Rp20.000.000

Berdasarkan hasil perhitungan tersebut, CV Dapur Lezat perlu mencapai pendapatan sebesar Rp20.000.000 untuk mencapai titik impas. Jika penjualan melebihi angka tersebut, bisnis mulai berpotensi memperoleh keuntungan.

Demikian penjelasan mengenai cara menghitung BEP usaha hingga contohnya. Dengan memahami perhitungan BEP, pemilik bisnis dapat mengetahui target penjualan yang perlu dicapai, mengatur biaya operasional, serta membuat keputusan usaha dengan lebih tepat.

Perhitungan BEP merupakan salah satu langkah penting untuk membantu pelaku usaha mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat, mulai dari menentukan harga jual, menyusun strategi penjualan, hingga mengendalikan biaya operasional agar bisnis semakin menguntungkan.

Apabila Anda berencana mengembangkan bisnis F&B, tidak hanya memahami aspek keuangan yang penting, tetapi juga memastikan bisnis didukung oleh supplier, peralatan, dan bahan baku yang berkualitas.

Nah, untuk memenuhi semua kebutuhan tersebut, Anda dapat mengunjungi MoreFood Expo. MoreFood Expo merupakan pameran industri F&B yang mempertemukan pelaku usaha dengan ratusan supplier, distributor, serta produsen tepercaya dalam satu tempat.

Di sini, Anda dapat menemukan berbagai supplier bahan baku makanan dan minuman, mesin dan peralatan produksi, perlengkapan dapur komersial, hingga solusi pengemasan yang dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis F&B Anda.

Untuk mengetahui jadwal penyelenggaraan MoreFood Expo berikutnya, jangan ragu menghubungi tim kami dan pastikan Anda selalu mengikuti informasi terbaru seputar pameran melalui akun Instagram kami di @morefoodexpo.id, ya!

Baca juga: 10 Cara Jualan Makanan secara Online agar Laku Keras, Catat!

Share this post