Ukuran Bata Ringan, Cara Menghitungnya, dan Kegunaannya

Megabuild Indonesia
ui.posted 12 hours agoui.readingTime
Ukuran bata ringan sangatlah beragam, mulai dari ketebalan 5 cm hingga 20 cm. Cari tahu daftarnya dan cara menghitungnya pada artikel ini!
Ukuran Bata Ringan, Cara Menghitungnya, dan Kegunaannya

Bata ringan adalah material konstruksi yang sering diandalkan di proyek-proyek berkat tingkat efisiensinya. Untuk bisa memanfaatkannya dengan tepat, kamu perlu mengetahui ukuran bata ringan.

Pasalnya, setiap ukuran memiliki tingkat keidealan pemasaran masing-masing. Artikel ini membahas seluk-beluk bata ringan. Jadi, baca informasinya berikut ini. 

Ukuran Bata Ringan

Terdapat sejumlah ukuran bata ringan yang bisa kamu temukan di pasaran (panjang x lebar x tebal), di antaranya:

  • 60 cm x 20 cm x 5 cm

  • 60 cm x 20 cm x 7,5 cm

  • 60 cm x 20 cm x 10 cm

  • 60 cm x 20 cm x 12,5 cm 

  • 60 cm x 20 cm x 15 cm

  • 60 cm x 20 cm x 20 cm

Umumnya, bata ringan dengan tebal 7,5 cm digunakan untuk dinding dalam rumah. Ukuran ini termasuk ukuran bata ringan standar. 

Kemudian, bata tebal 10 cm digunakan untuk partisi dan dinding luar. Lalu, bata dengan tebal 12,5 cm biasanya dimanfaatkan untuk dinding yang membutuhkan fitur insulasi termal. 

Lebih lanjut, bata ringan dengan tebal 15 cm digunakan untuk bangunan yang memerlukan ketahanan tinggi, begitu pula bata ringan dengan tebal 20 cm. 

Baca juga: 5 Ukuran Bata Merah dan Bedanya dengan Bata Ringan & Batako

Cara Menghitung Kebutuhan Bata Ringan untuk Proyek Konstruksi

image-20709907

Sekarang, kamu sudah mengetahui ukuran standar bata ringan dan beberapa ukuran lainnya. Lantas, bagaimana cara menghitung kebutuhan bata ringan untuk proyek? Agar tidak salah hitung, kamu bisa mengikuti tips-tipsnya berikut ini:

1. Ketahui Kegunaan Bata Ringan

Pertama, kamu harus mengetahui peran bata ringan bagi proyek. Misalnya, kebutuhan bata ringan untuk dinding penyekat ruangan dengan dinding utama tentu berbeda. Ukuran bata ringan yang digunakan juga harus disesuaikan dengan kebutuhan. 

Selain itu, pastikan kamu mengetahui gambaran keseluruhan konstruksi. Jika kamu hendak membangun bangunan dua lantai atau lebih, bata ringan yang digunakan mungkin harus lebih tebal. 

2. Simulasikan Perhitungan Bata Ringan per Meter Persegi

Jika sudah menemukan ukuran bata ringan yang pas, kamu bisa mulai menyimulasikan perhitungan jumlah bata ringan. Caranya adalah dengan membagi luas dinding dengan luas bata ringan. 

Misalnya, jika kamu hendak menggunakan bata ringan berukuran 60 cm x 20 cm x 7,5 cm untuk dinding seluas 1 m2, maka kamu bisa menghitung volume bata ringan, membaginya dengan luas dinding, dan mendapatkan angka 8,33 buah (minimal 8 bata ringan). 

Kelebihan dan Kekurangan Bata Ringan untuk Konstruksi

Bata ringan kerap dipilih karena lebih ringan dan efisien dari bata merah. Sebagai bahan pertimbangan dalam memilih material, kamu bisa menyimak kelebihan dan kekurangan bata ringan berikut ini:

Kelebihan bata ringan:

  • Bobot lebih ringan dari bata merah sehingga dapat mengurangi beban pada struktur bangunan.

  • Mudah didistribusikan dan dipasang.

  • Isolasi panas dan suara yang baik.

  • Proses pemasangan yang cepat karena bentuknya yang presisi dan bobotnya yang ringan. 

  • Membutuhkan mortar yang lebih sedikit.

  • Lebih hemat biaya karena ukurannya yang lebih besar dari bata merah. 

  • Memiliki struktur tahan api. 

Kekurangan bata ringan:

  • Harga relatif lebih mahal dari bata merah.

  • Memerlukan semen khusus untuk memasangnya. 

  • Sensitif terhadap kelembapan karena bata ini mudah menyerap air. 

  • Risiko sisa potongan besar. 

Baca juga: Bata Merah Vs Bata Ringan, Mana yang Lebih Baik Dijadikan Bahan Bangunan?

Kegunaan Bata Ringan

Bata ringan memiliki kegunaan yang beragam untuk konstruksi, seperti:

  • Pergantian dinding dalam tanpa memberikan beban struktural yang berlebihan. 

  • Partisi interior. 

  • Penutup eksterior dan fasad rumah. 

  • Alternatif atap. 

  • Isolasi tambahan pada dinding atau atap. 

  • Konstruksi jendela dan pintu.

Konsultasikan Kebutuhan Proyek di Megabuild Indonesia

Bata ringan kini menjadi salah satu primadona material untuk berbagai macam proyek berkat tingkat efisiensinya. Namun, jika salah pilih ukuran, proyek yang seharusnya lebih hemat bisa menjadi boros. 

Itulah mengapa kamu perlu memperhitungkan kebutuhan dan memilih ukuran yang sesuai dengan peruntukannya. Jika kamu masih belum yakin berapa jumlah bata ringan yang dibutuhkan atau memiliki keraguan terkait kebutuhan proyek, kamu bisa berkonsultasi dengan ahlinya di Megabuild Indonesia.

Di area pameran, kamu berkesempatan membangun koneksi dengan developer properti, arsitek, konsultan, institusi perbankan, hingga para investor.

Sebanyak lebih dari 500 brand lokal dan sekitar 50.000 tamu profesional turut memeriahkan acara ini. Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk berdiskusi, mencari wawasan baru, sekaligus memperluas relasi bisnis di industri properti.

Tak hanya itu, pemilihan keramik yang sesuai juga berperan penting dalam mempercantik tampilan bangunan. Melalui ajang Keramika Indonesia, pengunjung dapat menemukan beragam inovasi serta solusi terkini di bidang industri keramik.

Lewat pameran ini, kamu juga dapat bertemu langsung dengan produsen keramik, supplier bahan baku, hingga penyedia teknologi dan perlengkapan, baik dari dalam maupun luar negeri.

Untuk memperoleh informasi terbaru, kunjungi situs resmi serta akun Instagram dan LinkedIn Megabuild Indonesia.

Baca juga: Apa Itu Balok Sloof? Ketahui Jenis dan Fungsinya 

ui.shareThisPost