Semua pebisnis pasti selalu mencari cara untuk meningkatkan penjualan produknya, tak terkecuali pelaku bisnis di industri F&B. Nah, salah satu cara yang banyak diterapkan untuk memaksimalkan penjualan adalah dengan mendirikan tenant F&B.
Secara umum, tenant F&B adalah pihak atau bisnis yang menyewa ruang usaha di pusat perbelanjaan, mall, food court, atau kawasan komersial lainnya untuk menjalankan usaha makanan dan minuman.
Lantas, apa manfaatnya bagi bisnis dan di manakah lokasi ideal untuk mendirikan tenant bagi bisnis F&B? Yuk, temukan jawabannya di artikel berikut.
Apa Itu Tenant F&B?
Secara umum, tenant adalah individu, brand, atau perusahaan yang menyewa atau menggunakan suatu ruang usaha milik pihak lain untuk menjalankan kegiatan bisnisnya. Istilah ini sering digunakan dalam konteks pusat perbelanjaan, gedung komersial, hingga event atau pameran.
Tenant tidak memiliki ruang tersebut, tetapi diberikan hak penggunaan dalam jangka waktu tertentu dengan kesepakatan tertentu, seperti biaya sewa, sistem bagi hasil, atau kerja sama operasional.
Nah, dalam konteks bisnis kuliner, tenant F&B adalah pelaku usaha kuliner yang menempati area tertentu, baik di pusat perbelanjaan, food court, rest area, event, atau lainnya, untuk menjual produk makanan dan minuman kepada konsumen.
Baca juga: 8 Cara Memulai Usaha Kuliner dengan Modal Kecil & Ide Bisnisnya
Jenis-Jenis Tenant F&B
Setelah memahami konsep tenant dalam industri F&B, mari ketahui apa saja jenis-jenisnya. Adapun jenis-jenis tenant F&B adalah sebagai berikut:
1. Tenant Food Court
Tenant yang beroperasi di area food court biasanya berbentuk counter atau stall dengan menu yang lebih spesifik.
Model ini memungkinkan berbagai brand makanan berkumpul dalam satu area, sehingga konsumen memiliki banyak pilihan dalam satu tempat. Jenis tenant satu ini cocok untuk bisnis dengan sistem operasional cepat dan volume penjualan tinggi.
2. Tenant Kios/Booth
Jenis tenant F&B selanjutnya adalah tenant kios atau booth. Jika ditinjau dari segi ukuran, kios dan booth ini memang berukuran lebih kecil dibandingkan dengan food court stall. Selain itu, produk yang dijual pun jauh lebih simpel, sering kali seperti minuman, snack, atau makanan siap saji.
3. Tenant Pop-Up/Event
Jenis tenant ini bersifat sementara dan biasanya hadir dalam event, bazaar, atau pameran kuliner. Pop-up tenant F&B adalah jenis tenant yang biasanya dimanfaatkan brand untuk uji pasar, launching produk baru, atau meningkatkan awareness dalam waktu singkat.
4. Tenant Franchise
Jenis tenant F&B satu ini menjalankan bisnis dengan sistem waralaba dari brand tertentu. Salah satu keunggulannya adalah sudah memiliki brand awareness yang kuat, sistem operasional yang terstandarisasi, serta dukungan dari pemilik franchise.
Lokasi Ideal untuk Membuka Tenant
Salah satu faktor yang mendukung kesuksesan tenant F&B adalah menentukan lokasi yang ideal. Berikut adalah sejumlah lokasi yang cocok untuk membuka tenant guna meningkatkan penjualan dan brand positioning:
Area food court.
Koridor mall atau pinggir anchor tenant.
Rest area jalan tol.
Area perkantoran (lobby gedung atau kantin kantor).
Kawasan kampus atau sekolah.
Area pujasera rumah sakit.
Kawasan wisata dan destinasi populer.
Event bazaar kuliner (contoh: night market).
Pameran industri F&B besar (contoh: MoreFood Expo).
Festival atau event besar (contoh: konser, car free day, event komunitas).
Baca juga: Perbedaan B2B dan B2C di Industri F&B serta Contohnya
Manfaat Membuka Tenant Bagi Bisnis F&B
Bagi para pelaku bisnis, mendirikan tenant tentunya bukan usaha yang akan berakhir sia-sia. Adapun berbagai manfaat membuka tenant F&B adalah sebagai berikut:
Langsung dapat akses ke traffic siap beli, karena pengunjung suatu acara kebanyakan sudah punya niat konsumsi.
Meningkatkan penjualan short-term boost, karena adanya potensi transaksi secara impulsif dan berulang dalam satu hari.
Membangun dan memperkuat brand awareness
Sarana uji coba produk secara langsung (real market validation).
Minim risiko dibanding buka outlet permanen.
Mempercepat cash flow bisnis.
Meningkatkan peluang kolaborasi dengan brand lain.
Membantu menjangkau segmen pasar baru.
Mendapat exposure dari penyelenggara.
Membangun pengalaman brand secara langsung (offline experience).
Demikian penjelasan lengkap seputar apa itu tenant F&B, jenis-jenis, hingga manfaatnya bagi bisnis yang bisa Anda pertimbangkan sebagai langkah ekspansi.
Jika Anda ingin menjelajahi lebih lanjut konsep tenant dan contoh nyatanya di industri F&B, maka ini saatnya Anda mengunjungi MoreFood Expo.
MoreFood Expo adalah sebuah pameran yang mempertemukan berbagai pelaku bisnis kuliner, supplier, dan distributor dalam satu tempat.
Di pameran kuliner MoreFood Expo ini, Anda bisa mendapatkan ide bisnis F&B yang sedang naik daun sekaligus mempelajari berbagai strategi yang banyak diterapkan oleh pelaku bisnis kuliner. Sangat menarik dan insightful, bukan?
Jadi, jangan sampai Anda melewatkan event ini, ya. Yuk, segera pesan tiket MoreFood Expo atau hubungi tim kami untuk mengajukan pertanyaan seputar acara ini. Sampai jumpa di MoreFood Expo!
Baca juga: Perbedaan Distributor dan Supplier dalam Model Distribusi F&B






















