Saat mengunjungi restoran, kafe, hotel, atau bisnis hospitality lainnya, Anda pasti pernah melihat adanya biaya tambahan di struk pembayaran dengan istilah service charge.
Namun, masih banyak pelanggan yang belum benar-benar memahami apa itu service charge, mengapa biaya tersebut dikenakan, hingga bedanya dengan uang tip yang diberikan secara sukarela.
Yuk, pahami service charge artinya apa dan berapa tarif yang biasanya dikenakan pada ulasan berikut ini.
Apa Itu Service Charge?
Service charge artinya adalah biaya layanan. Service charge memang termasuk salah satu biaya tambahan yang dikenakan kepada pelanggan sebagai bagian dari layanan yang diberikan oleh usaha kuliner seperti restoran atau kafe, hotel, dan sektor bisnis hospitality lainnya.
Biaya ini biasanya tercantum langsung dalam struk pembayaran dan dihitung berdasarkan persentase tertentu dari total transaksi.
Dalam praktiknya, service charge umumnya digunakan untuk mendukung operasional pelayanan, termasuk pelayanan staf kepada pelanggan selama berada di tempat usaha.
Berbeda dengan pajak restoran yang merupakan pungutan pemerintah, service charge merupakan kebijakan internal bisnis dan pengelolaannya dilakukan oleh perusahaan.
Fungsi Service Charge
Bagi pelaku bisnis, fungsi utama service charge adalah untuk mendukung operasional pelayanan sekaligus menjaga kualitas customer experience. Adapun fungsi selengkapnya sebagai berikut:
Membantu mendukung biaya pelayanan operasional bisnis.
Menjadi tambahan pendapatan yang dapat dibagikan kepada karyawan.
Membantu menjaga kualitas produk dan pelayanan kepada pelanggan.
Mendukung operasional staf service seperti waiter, waitress, barista, hingga housekeeping.
Membantu bisnis tetap memberikan pelayanan optimal tanpa harus menaikkan harga menu secara drastis.
Mendukung kebersihan, kenyamanan, dan pelayanan area usaha.
Membantu meningkatkan motivasi kerja tim operasional dan pelayanan.
Baca juga: Perbedaan PIRT dan BPOM, Mana yang Anda Butuhkan?
Berapa Tarif Service Charge?
Setelah tahu service charge artinya apa, kini Anda perlu mengetahui berapa besaran tarif service charge secara umum.
Tarif service charge di Indonesia biasanya berada di kisaran 5% hingga 10% dari total transaksi pelanggan, tergantung kebijakan masing-masing bisnis.
Pada restoran casual dining atau kafe, service charge yang dikenakan biasanya sekitar 5%. Sementara pada hotel, fine dining, atau restoran premium, tarifnya bisa mencapai 10% atau lebih tergantung standar pelayanan yang diberikan.
Namun, ada juga bisnis yang tidak mengenakan service charge sama sekali dan hanya mengandalkan tip sukarela dari pelanggan.
Selain itu, perlu diketahui juga bahwa tarif service charge bukan ketentuan pajak wajib nasional seperti PPN atau PB1. Artinya, besarannya dapat berbeda di setiap tempat usaha selama diinformasikan secara transparan kepada pelanggan.
Rumus & Cara Menghitung Service Charge
Service charge dapat dihitung berdasarkan persentase tertentu dari total transaksi pelanggan sebelum pajak ditambahkan.
Nah, besaran persentasenya akan menyesuaikan kebijakan masing-masing bisnis, dengan tarif yang paling umum berada di kisaran 5% hingga 10%.
Adapun rumus menghitung service charge adalah sebagai berikut:
Service Charge = Persentase Service Charge × Total Transaksi
Untuk menentukan service charge, ikuti langkah-langkah di bawah ini:
1. Tentukan Total Transaksi
Langkah pertama adalah menghitung total harga makanan, minuman, atau layanan yang dipesan pelanggan sebelum tambahan biaya lain dimasukkan.
2. Tentukan Persentase Service Charge
Setelah mengetahui total transaksi, tentukan tarif service charge yang digunakan oleh bisnis. Biasanya, persentase ini berkisar antara 5%, 7,5%, hingga 10%.
3. Kalikan Persentase dengan Total Transaksi
Jika tarif service charge adalah 5%, maka perhitungannya menjadi:
Service Charge = 5% × Total Transaksi
4. Tambahkan Pajak Lainnya Jika Ada
Setelah service charge dihitung, langkah berikutnya adalah menambahkan pajak restoran atau pajak daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena service charge dan pajak merupakan komponen berbeda, keduanya biasanya muncul terpisah dalam struk pembayaran.
Baca juga: Cara Mendaftar NIB untuk Usaha Secara Online, Simak!
Contoh Perhitungan Service Charge
Agar lebih memahami konsep ini, yuk, cermati contoh perhitungan service charge di bawah ini:
Jika pelanggan memiliki total tagihan makanan dan minuman sebesar Rp300.000 dan restoran menerapkan service charge 5%, maka:
Service charge = 5% × Rp300.000
Total service charge = Rp15.000
Jika ditambah pajak restoran 10%, maka total pembayaran pelanggan akan menjadi lebih besar karena pajak dihitung terpisah dari service charge.
Bedanya Service Charge dan Tip
Meski sama-sama berkaitan dengan pelayanan, service charge dan tip sebenarnya merupakan dua hal yang berbeda.
Pertama, service charge merupakan biaya tambahan resmi yang ditetapkan oleh bisnis dan biasanya otomatis tercantum dalam struk pembayaran. Sementara itu, tip adalah pemberian sukarela dari pelanggan kepada staf sebagai bentuk apresiasi.
Kedua, besaran service charge juga sudah ditentukan oleh perusahaan dalam bentuk persentase tertentu. Sedangkan nominal tip tidak memiliki aturan khusus karena sepenuhnya bergantung pada keinginan pelanggan.
Selanjutnya, service charge biasanya dikelola oleh perusahaan dan dapat dibagikan kepada karyawan sesuai sistem operasional masing-masing bisnis. Sebaliknya, tip sering kali diberikan langsung kepada karyawan.
Keempat, service charge umumnya bersifat wajib selama pelanggan melakukan transaksi di tempat usaha yang menerapkannya. Sementara tip bersifat opsional sehingga pelanggan bebas memberikan ataupun tidak.
Demikian informasi seputar service charge artinya apa, mencakup pengertian, fungsi, perbedaan dengan tip, hingga cara menghitungnya.
Nah, jika Anda ingin mendapatkan lebih banyak insight seputar bisnis, khususnya di sektor F&B, termasuk peluang usaha dan supplier F&B, Anda dapat mengeksplorasi MoreFood Expo.
Untuk mendapatkan update terbaru seputar event dan informasi industri F&B lainnya, Anda dapat mengikuti Instagram resmi MoreFood Expo di @morefoodexpo.id atau menghubungi tim kami secara langsung, ya.
Baca juga: Cara Mengurus Izin Edar Produk Makanan agar Lolos BPOM






















