Cara Menghitung BEP (Break Even Point), Rumus & Contohnya!

Franchise & License Expo Indonesia
ui.posted 6 hours agoui.readingTime
Dengan tahu cara menghitung BEP, Anda bisa memahami jumlah unit produk yang harus terjual dan total pendapatan minimum agar bisa balik modal. Ini caranya.
Cara Menghitung BEP (Break Even Point), Rumus & Contohnya!

Jika Anda adalah pelaku bisnis, salah satu tujuan utama yang ingin dicapai tentu saja adalah balik modal dan mulai menghasilkan keuntungan. 

Namun, sebelum bisa menikmati profit, Anda perlu mengetahui terlebih dahulu titik di mana pendapatan yang diperoleh sudah cukup untuk menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan.

Dalam dunia bisnis, titik tersebut dikenal sebagai Break Even Point (BEP) atau titik impas. Dengan mengetahui cara menghitung BEP, Anda bisa memahami berapa banyak produk yang harus terjual, berapa target pendapatan yang perlu dicapai, hingga seberapa besar peluang bisnis untuk menghasilkan laba.

Lantas, apa itu BEP, mengapa penting bagi pebisnis, dan bagaimana cara menghitung BEP yang benar? Simak selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu BEP (Break Even Point)?

BEP adalah singkatan dari Break Even Point, yaitu titik ketika total pendapatan (revenue) sama dengan total biaya (cost) yang dikeluarkan bisnis. 

Pada kondisi ini, perusahaan belum memperoleh keuntungan, tetapi juga tidak mengalami kerugian. Dengan kata lain, seluruh biaya operasional, produksi, pemasaran, hingga biaya tetap lainnya sudah berhasil ditutup oleh pendapatan yang masuk.

Secara sederhana, BEP dapat diartikan sebagai titik impas. Jika penjualan masih berada di bawah BEP, bisnis akan mengalami kerugian karena pendapatan belum mampu menutupi seluruh biaya. 

Namun, sebaliknya, jika penjualan sudah melampaui BEP, setiap tambahan penjualan akan mulai menghasilkan keuntungan bagi perusahaan.

Mengapa Pebisnis Perlu Tahu Cara Menghitung BEP

Dalam dunia bisnis, perhitungan BEP kerap menjadi salah satu tahapan proses bisnis yang penting sebelum menyusun strategi bisnis, menentukan harga jual, hingga merencanakan pengembangan usaha.

Intinya, BEP bukanlah sekadar angka dalam laporan keuangan. Mengetahui cara menghitung BEP akan menjadi salah satu alat analisis yang paling penting untuk pengambilan keputusan bisnis.

Sebab, dengan mengetahui cara menghitung BEP, pemilik usaha dapat:

  • Menentukan target penjualan minimum yang harus dicapai.

  • Mengetahui kapan modal yang dikeluarkan mulai kembali.

  • Menentukan harga jual yang lebih realistis.

  • Mengukur tingkat risiko bisnis.

  • Menilai kelayakan produk atau lini usaha baru.

  • Menyusun strategi ekspansi berdasarkan proyeksi keuntungan yang lebih akurat.

Baca juga: 15 Ide Bisnis Anak Muda di 2026, Cocok Buat Gen-Z!

Komponen BEP

Sebelum mempelajari cara menghitung BEP, Anda perlu tahu bahwa ada tiga komponen utama yang membentuk BEP itu sendiri, di antaranya:

1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya tetap adalah biaya yang nilainya relatif tidak berubah meskipun jumlah produksi atau penjualan naik maupun turun. Artinya, biaya ini tetap harus dibayar meskipun tidak ada satu pun produk yang terjual. Contohnya:

  • Sewa tempat usaha.

  • Gaji karyawan tetap.

  • Biaya internet kantor.

  • Asuransi bisnis.

  • Penyusutan peralatan.

2. Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya variabel adalah biaya yang berubah mengikuti jumlah produksi atau penjualan. Semakin banyak produk yang dibuat atau dijual, semakin besar biaya variabel yang harus dikeluarkan. Berikut contohnya:

  • Bahan baku.

  • Kemasan produk.

  • Komisi penjualan.

  • Ongkos pengiriman.

  • Biaya transaksi pembayaran.

3. Contribution Margin

Contribution margin adalah selisih antara harga jual per unit dengan biaya variabel per unit. Nilai ini menunjukkan seberapa besar kontribusi setiap produk yang terjual untuk menutupi biaya tetap sebelum akhirnya menghasilkan laba. 

Biasanya, nilai contribution margin dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut:

Contribution Margin = Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit

Perlu diketahui bahwa, semakin besar contribution margin, semakin cepat bisnis mencapai titik impas.

Rumus & Cara Menghitung BEP

Nah, cara menghitung BEP sendiri tidak boleh diterka atau hanya berdasarkan perkiraan. Sebab, angka BEP harus diperoleh melalui perhitungan yang mempertimbangkan seluruh biaya yang dikeluarkan bisnis serta pendapatan yang dihasilkan dari penjualan produk atau jasa.

Secara umum, terdapat dua metode yang paling sering digunakan untuk menghitung Break Even Point, yaitu BEP dalam satuan unit dan BEP dalam satuan rupiah (nilai penjualan). Berikut rumus dan contoh perhitungannya:

Rumus BEP dalam Unit

Cara menghitung BEP dalam unit bisa dilakukan dengan rumus berikut: 

BEP (Unit) = Total Biaya Tetap ÷ (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit)

Bagian (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit) disebut sebagai Contribution Margin per Unit, yaitu kontribusi yang diberikan setiap produk untuk menutupi biaya tetap sebelum menghasilkan keuntungan.

Contoh perhitungan: Misalkan sebuah usaha memiliki data sebagai berikut:

  • Biaya tetap: Rp10.000.000 per bulan.

  • Harga jual produk: Rp50.000 per unit.

  • Biaya variabel: Rp30.000 per unit.

Maka:

BEP = Rp10.000.000 ÷ (Rp50.000 − Rp30.000)

BEP = Rp10.000.000 ÷ Rp20.000

BEP = 500 unit

Artinya, bisnis harus menjual minimal 500 unit produk untuk mencapai titik impas. Penjualan di atas angka tersebut baru akan menghasilkan laba.

Baca juga: 13 Ide Usaha yang Menjanjikan dengan Modal Kecil, Catat!

Rumus BEP dalam Rupiah

Selain mengetahui jumlah unit yang harus terjual, banyak pebisnis juga ingin mengetahui target omzet minimum yang harus dicapai.

Nah, cara menghitung BEP dalam rupiah adalah sebagai berikut::

BEP (Rp) = Total Biaya Tetap ÷ (1 − (Biaya Variabel ÷ Penjualan))

Atau yang lebih sederhana:

BEP (Rp) = Total Biaya Tetap ÷ Contribution Margin Ratio

Di mana, Contribution Margin Ratio = (Penjualan − Biaya Variabel) ÷ Penjualan

Contoh perhitungan: 

  • Biaya tetap = Rp10.000.000.

  • Penjualan = Rp50.000.

  • Biaya variabel = Rp30.000.

Maka:

Contribution Margin Ratio = (50.000 − 30.000) ÷ 50.000

Contribution Margin Ratio = 0,4 atau 40%

Selanjutnya:

BEP (Rp) = Rp10.000.000 ÷ 0,4

BEP (Rp) = Rp25.000.000

Artinya, bisnis harus memperoleh omzet minimal Rp25 juta agar mencapai titik impas.

Baca juga: 10 Ide Bisnis Online untuk Pemula, Modal Kecil & Minim Risiko!

Tips Menghitung BEP agar Lebih Akurat

Agar hasil perhitungannya semakin akurat, Anda disarankan memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Pisahkan dengan jelas biaya tetap dan biaya variabel.

  • Gunakan data biaya terbaru, bukan estimasi lama.

  • Hitung seluruh biaya operasional yang benar-benar dikeluarkan bisnis.

  • Perbarui perhitungan secara berkala karena harga bahan baku dan biaya operasional dapat berubah.

  • Jika menjual banyak produk dengan harga berbeda, gunakan rata-rata contribution margin yang sesuai.

Demikian informasi seputar BEP, mulai dari pengertian, manfaat, komponen, hingga cara menghitung BEP dalam bisnis. 

Dengan memahami titik impas secara tepat, Anda dapat menyusun strategi penjualan yang lebih realistis, menentukan harga yang sesuai, serta mengambil keputusan bisnis berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.

Namun, menghitung BEP hanyalah salah satu langkah dalam membangun bisnis yang sehat dan menguntungkan. 

Anda juga perlu memilih model usaha yang tepat, memahami potensi pasar, serta menemukan peluang bisnis yang sesuai dengan modal dan target yang ingin dicapai.

Nah, bagi Anda yang sedang mencari peluang usaha baru atau ingin mengembangkan bisnis melalui skema kemitraan dan franchise, mengunjungi pameran bisnis dapat menjadi langkah yang tepat untuk memperluas wawasan sekaligus menjajaki berbagai peluang yang tersedia.

Salah satu pameran yang bisa Anda kunjungi adalah Franchise & License Expo Indonesia (FLEI). Di FLEI Business Show, Anda dapat menemukan berbagai pilihan bisnis franchise dan lisensi dari beragam sektor industri, mulai dari makanan dan minuman, retail, pendidikan, kecantikan, hingga jasa.

Tidak hanya itu, Anda juga berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan franchisor, mempelajari model bisnis yang ditawarkan, membandingkan kebutuhan investasi, hingga memperoleh gambaran mengenai potensi keuntungan dan waktu balik modal dari masing-masing bisnis.

Untuk mengetahui informasi selengkapnya mengenai FLEI Business Show dan jadwal pameran terdekat, segera hubungi tim kami

Jangan lupa juga untuk mengikuti Instagram @fleiexpoid agar tidak ketinggalan informasi terbaru seputar pameran, peluang bisnis, dan tren franchise di Indonesia, ya!

Baca juga: 5 Rekomendasi Franchise Autopilot di Bawah 50 Juta, Catat!


ui.shareThisPost